Banyak yang menyebutkan bahwa dunia persepakbolaan kita masih identik dengan kerusuhan. Benarkah demikian? Rupanya anggapan ini tak selamanya benar. Di Inggris, duani sepakbola juga sering sering diwarnai kerusuhan yang tak kalah mengerikan.
“Di sana juga sama ribut, tapi tidak di blow up oleh media. Yang di blow up bukan kerusuhannya, tidak seperti di sini,” kata Ari dari Mu Indonesia yang tampil sebagai salah satu pembicara dalam bedah buku The Man UTD Full Story. Buku yang dibedah diajang Pesta Buku Jakarta 2009 ini merupakan sekelumit kisah tentang MU, salah satu tim papan atas sepakbola di Inggris.
Pembicara lainnya, Yeyen Tumena dari PSSI, menyayangkan pemain muda kita selama ini hanya dilatih skill dan minim attitude. “Pemain muda kita hanya dilatih skill. Padahal attitude juga sangat penting. Dengan attitude, pemain menjadi menghargai kemenangan dan kekalahan,” tutur Yeyen.
Ia juga mengeluhkan bahwa banyak dari pemain kita yang kurang terpenuhi gizinya dengan baik. “Di sana, kesehatan pemain dijaga bukan hanya dengan latihan teratur, tapi juga gizi yang baik. Mereka rata-rata minum susu tiga liter perhari.”
Namun demikian, kita juga masih bisa berbangga. Seperti dituturkan Yeyen Tumena, tahun 1962 tim nasional kita pernah main imbang dengan MU. Untuk itu, di tahun-tahun mendatang, rasanya bukan mustahil jika tim nasional kita amat berpeluang untuk menjadi tim sepakbola yang disegani masyarakat dunia.[]
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1657
Komentar (4)

...
ditulis oleh chi flat irons , June 02, 2010
Your article was wonderful, and I have share it with my friends!
ditulis oleh chi flat irons , June 02, 2010
Your article was wonderful, and I have share it with my friends!
Tulis komentar
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|













