Aris Guntarman
saya tidak peduli seandainya tulisan ini dibaca dan ditanggapi Ir. Kosasih Antonius Iskandarsjah. Ia sahabat karib saya sejak tahun 1983. Ketika saya mengusulkan kepada manajemen penerbitan di mana saya bekerja agar dibentuk sebuah imprint yang mengkhususkan diri pada buku-buku sains, ia merespon cepat. Berdirilah sebuah penerbit baru. Elkom namanya, sekarang menjadi Penerbit PT Elex Media Komputindo. Ia memegang bagian redaksi, saya berperan di bidang promosi.
Produk-produk awalnya adalah Elex, kependekan dari elektronika experimental. Ketika komputer beralih dari mainframe ke PC, ia memprediksi bahwa dalam waktu tak lama lagi komputer pribadi akan tumbuh dengan cepat. Muncul kebutuhan akan buku-buku komputer praktis tetapi dengan risiko akan cepat tersapu habis oleh perkembangan teknologi di bidang hardware dan software. Maka, elektronika ia tinggalkan. Kosasih yang otaknya sangat cerdas berpikir sangat cepat, bereaksi sangat cepat, belajar dengan sangat cepat pula, bekerja cepat, makan dengan sangat cepat, dan berjalan dengan sangat cepat. Ia seorang yang multi talented.
Dalam olah raga balap sepeda ada jenis lomba Team Time Trial dan Road Race. Di sini peranan pemimpin tim sangat berpengaruh pada kecepatan lari timnya. Pemimpin tim mengambil posisi di depan untuk menarik kawan-kawannya yang mengikuti di belakangnya. Ketika laju tim ini nampak mulai melemah, salah seorang dari kawan-kawan di belakang akan mengambil alih pimpinan dan menarik kecepatan tim menjadi lebih besar lagi. Itulah cara memecah peserta lain dan timnya bisa lari meninggalkan rombongan utama. Kosasih bisa diibaratkan sebagai pemimpin tim. Tapi kawan-kawannya tidak memiliki energi sekuat dia sehingga kepontalan mengikutinya.
Tahun 1987-an saya berpisah dengan Kosasih. Ia berpindah kerja ke Singapura, bergabung dengan penerbit-penerbit besar AS yang punya cabang di sana. Tahun 2006, meski saya sudah pensiun, saya diundangnya datang ke penerbit raksasa tempat ia bekerja, Elsevier. Saya tercengang-cengang melihat koleksi terbitan Elsevier pada bidang buku sains dan jurnal ilmiah. Di negeri kita, kebanyakan jurnal jeblok pemasarannya. Di Elsevier malah jaya raya. Kosasih adalah satu-satunya orang Indonesia dari empat orang yang dikirim ke Negeri Belanda belajar dan berlatih dalam perkara manajemen Jurnal OnLine.
Di tempat tinggalnya di Singapura, ketiga anaknya menggunakan laptop untuk mengerjakan PR dan mendapat pelajaran dari sekolahnya. Semua nilai ulangan dari sekolahnya disajikan lewat internet. Mereka tidak menggunakan buku sekolah. Kosasih menjelaskan kepada saya visinya tentang internet. Suatu ketika ia akan membawa pulang teknologi internet yang juga ia pelajari itu ke Indonesia untuk dikembangkan bagi para pelajar kita. Kertas untuk membuat buku sudah semakin sulit didapat. Menerbitkan buku artinya ikut serta membabat hutan.
Juni 2008, Kosasih diundang IKAPI DKI Jakarta untuk berceramah tentang internet, E-Learning portal pendidikan, dan E-Book. Kosasih menelpon saya agar ikut mendengarkan ceramah itu. Saya terlambat datang, tetapi masih bisa membaca makalah di komputernya. Setelah membacanya, saya “terbakar” untuk ikut mempromosikan e-learning portal itu ke sekolah-sekolah. Sungguh, gagasan Kosasih itu kalau cepat dilaksanakan maka upaya pencerdasan anak-anak bangsa kita dari tingkat SMP sampai komunitas perguruan tinggi bisa cepat terlaksana. Visi yang digambarkan Kosasih sudah sangat jelas. Ia juga membawa serta teknologi, pengalaman, relasi dan network yang diperolehnya dari luar negeri. Kosasih melahirkan www.edu2000.org demi “mempercepat pencerdasan masyarakat Indonesia.”
Kami semua yang ikut melahirkan www.edu2000.org ini ikut menyala-nyala semangatnya dan menggebu-gebu mengisi content, memperbaiki tampilan di komputernya, mempercepat akses dan konekasi, menyebarluaskan kehadirannya ke sekolah-sekolah dan universitas, dan intensif memberikan presentasi ke berbagai kota. Kami sering diundang Dekan-dekan, Rektor di berbagai kota untuk melakukan presentasi tentang Jurnal OnLine. Kami juga diundang oleh Dirjen Dikti di Senayan. Di sana bertemu dengan para profesor yang berpenampilan sangat sederhana tetapi punya semangat juang tinggi untuk ikut membangun dunia ilmu pengetahuan kita. Tanggapan dari sekolah-sekolah pun begitu juga. Hasilnya tampak pada jumlah kunjungan di www.edu2000.org yang mencapai jumlah 1,7 juta.
Kami semua ikut bekerja dalam tempo tinggi. Sering, saya merasa bahwa kami bekerja seolah-olah adu balap dengan umur dan batas hidup. Adalah sudah biasa bagi kami berada di depan komputer sampai pukul dua pagi melakukan kontak lewat komputer dan HP antara Jakarta dengan Singapura di mana Kosasih berada. Melihat begitu banyaknya tanggapan dan respon itu, saya sering mengingatkan agar Kosasih membangun lapis kedua. Sekondan, agar apabila terjadi apa-apa misalnya Kosasih sakit, tugas pelayanan ini tetap bisa berjalan. Ini ada alasannya. Kosasih pernah jatuh sakit dan diopname di Manado ketika memberikan ceramah di sana bersama Mula Harahap. Padahal, selang tiga harinya harus memberikan presentasi di tiga tempat di Bandung. Belum sampai sembuh benar, dia kembali ke Jakarta langsung mengajak saya ke Bandung. Di kota itu, dia kumat penyakitnya. Menjerit-jerit kesakitan di hotel pada pukul sebelas malam sehabis memberikan presentasi di komunitas penggemar sastra Cina Kuno. Saya yang kebingungan melakukan pertolongan darurat sampai ia bisa tidur pada pukul tiga pagi.
Kamis 9 Oktober 2008, kami diundang oleh Dirjen Dikti untuk memberikan pelatihan dan ceramah mengenai Jurnal OnLine di Surabaya dan tanggal 23 Oktober - 15 Nopember di Jakarta. Di sela-sela jadual itu, kami dipanggil juga oleh beberapa universitas ke Cirebon. Beberapa sekolah SMP di sana juga meminta presentasi tentang e-learning portal pendidikan www.edu2000.org. Kemudian kami harus melanjutkan perjalanan ke Universitas Parahyangan untuk bertemu dengan Rektor dalam urusan Jurnal OnLine juga. Beberapa dosen dan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta Jurusan Sastra Inggris yang kami bantu dengan memberikan subdomain di Edu2000.org sudah sangat aktif ikut menulis dan mengisi content. Mereka bangkit semangatnya untuk menulis.
Jumat pagi 10 Oktober 2008. Saya memamerkan performance Edu2000.org ke kawan-kawan di Penerbit Gramedia dan mengajak untuk membuat situs derivatif. Ada yang tertarik. Saya senang. Malahan, saya akan diajak untuk ikut berdiskusi secara informal tentang marketing dan promosi. Saya sudah terbiasa dengan Kosasih untuk berdiskusi berjam-jam di kafe di Kelapa Gading membahas visi edu2000.org dan Jurnal OnLine. Kosasih berkali-kali menegaskan bahwa kita tak akan menggarong harta kekayaan dengan meminta-minta proyek. Kita akan memberikan sesuatu yang berguna bagi bangsa ini. Kalau kita mati, sudah ada sesuatu yang disumbangkan kepada bangsa ini. Itulah yang masih bisa dikenang dari kita oleh generasi penerus. Bukan dari harta yang dirampok dari negara. Saya jelas akur dengan sikap hidup ini.
Saya pulang dari Gramedia dengan penuh semangat. Rencana berikutnya, pesan tiket pesawat ke Surabaya dan mengirim brosur promosi ke 52 prospek di seluruh Indonesia. Dalam perjalanan pulang, baru sampai di Salemba, saya mendapatkan telpon penting dari Gianto Widyanto salah seorang tim edu2000.org. Ia menanyakan apakah saya sudah mendapatkan kabar dari Singapura. Ketika Gianto meneruskan beritanya, saya hanya menjawab “ya” berkali-kali.
Sesampai di rumah, saya bilang kepada istri dan anak-anak saya: Ma, Mas Kosasih dipanggil Tuhan. Semua di rumah menjerit. Istri saya yang ikut menyala-nyala dan bekerja cepat, mengimbangi kecepatan kerja Kosasih, dalam menyiapkan sayur asem, sayur bening, dan lauk pauk bandeng Pak Jono Yogya yang menjadi kegemaran Kosasih, hanya bisa terdiam.
Ir. Kosasih Antonius Iskandarsjah sudah memperlihatkan kepada saya tentang informasi, teknologi dan manajemen Jurnal Online, teknologi terkini dalam mengelola produksi dan content buku-buku ilmiah, e-learning portal pendidikan, DOI, yang besarnya seperti sebuah kolam renang besar dan baru saya ciduk beberapa gayung dari padanya. Kawan-kawan saya dari penerbit papan atas belum kenal dengan teknologi itu. Para profesor yang mengelola jurnal Ilmiah juga lagi semangat-semangatnya untuk mempelajari dan menggali pengalaman dari Kosasih, belum sempat memperolehnya. Saya masih ingat, para profesor itu berkata : mengapa kami baru tahu sekarang?
Indonesia kehilangan dia, seorang pekerja keras yang multi talented. Ia tak pernah berniat menjadi kaya raya. Ia penuh empati kepada siapa pun. Ia dengan cepat memberikan bantuan kepada kawan-kawannya agar bisa ikut berkembang. Ternyata, Tuhan memiliki rencana yang lain. Tapi, kenapa Tuhan ikut-ikutan cepat juga. Cepat memanggil sahabat pekerja keras yang akan men ularkan pengetahuan dan pengalamannya kepada masyarakat Indonesia. Peninggalan dia adalah www.edu2000.org e-learning portal pendidikan itu. Siapa yang mau dan terpanggil untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita mulia ini?n
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 2858
Komentar (5)

Luar biasa.....buat pak kosasih
ditulis oleh rino , June 15, 2009
seorang kosasih yang mampu membaca tanda2 kemajuan zaman, mungkin bisa saja kelak kita sekolah ato kuliah tidak memerlukan tatap muka face to face, dan dg cepat menjelajahi sistem edukasi dunia tanpa batas dalam ruang dan waktu....sekali lagi luar biasa..semoga terlahir kembali kosasih2 tangguh yang mampu membaca tanda2 kemajuan zama...bekerja keras tanpa pamrih buat kemajuan anak bangsa...amiin
ditulis oleh rino , June 15, 2009
seorang kosasih yang mampu membaca tanda2 kemajuan zaman, mungkin bisa saja kelak kita sekolah ato kuliah tidak memerlukan tatap muka face to face, dan dg cepat menjelajahi sistem edukasi dunia tanpa batas dalam ruang dan waktu....sekali lagi luar biasa..semoga terlahir kembali kosasih2 tangguh yang mampu membaca tanda2 kemajuan zama...bekerja keras tanpa pamrih buat kemajuan anak bangsa...amiin
ryer
ditulis oleh wow power leveling , June 08, 2010
I think world of warcraft gold and wow power leveling sd64
ditulis oleh wow power leveling , June 08, 2010
I think world of warcraft gold and wow power leveling sd64
holle
ditulis oleh ghd straighteners , July 07, 2010
Nice information, I really appreciate the way you presented.Thanks for
ditulis oleh ghd straighteners , July 07, 2010
Nice information, I really appreciate the way you presented.Thanks for
Tulis komentar
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita













